A.
Klasifikasi Media Pembelajaran
Dalam suatu
proses belajar mengajar kehadiran media mempunyai arti yang cukup penting.
Karena dalam kegiatan tersebut ketidakjelasan bahan yang akan disampaikan dapat
di bantu dengan menghadirkan media sebagai perantara. Kerumitan bahan yang akan
disampaikan kepada anak didik dapat disederhanakan dengan bantuan media.
Media dapat
mewakili apa yang kurang mampu guru ucapkan melalui kata-kata atau kalimat
tertentu. Bahkan keabstrakan bahan dapat di konkretkan dengan kehadiran media.
Media pembelajaran banyak sekali jenis dan macamnya. Mulai dari yang paling
sederhana dan murah sampai media yang paling canggih dan mahal harganya. Ada
media yang dapat dibuat oleh guru sendiri dan ada media yang diproduksi pabrik.
Ada media yang sudah tersedia di lingkungan yang langsung dapat kita
manfaatkan, ada pula media yang secara khusus sengaja dirancang untuk
keperluan pembelajaran. Meskipun media banyak ragamnya, namun kenyataannya
tidak banyak jenis media yang biasa digunakan oleh guru di sekolah.
(Dalam
Sadiman, dkk, 2011:19) Dalam pengertian teknologi pendidikan, media atau bahan
sebagai sumber belajar merupakan komponen dari sistem intruksional di samping
pesan, orang, teknik latar, dan peralatan. Media atau bahan adalah perangkat
lunak (software) berisi pesan atau informasi pendidikan yang biasanya di
sajikan dengan mempergunakan peralatan. Sedangkan peralatan atau perangkat
keras (hardware) sendiri merupakan sarana untuk dapat menampilkan pesan yang
terkandung pada media tersebut. Dengan masuknya berbagai pengaruh ke dalam
khazanah pendidikan seperti ilmu cetak-mencetak, tingkah-laku (behaviorisme),
komunikasi, dan laju perkembangan teknologi elektronik, media dalam
perkembangannya tampil dalam berbagai jenis dan format (modul cetak, film,
televisi, film bingkai, film rangkai, program radio, komputer, dan lain-lain).
Masing-masing dengan ciri dan kemampuannya sendiri. Dari sinilah timbul
usaha-usaha penataannya, yaitu pengelompokan atau klasifikasi menurut kesamaan
ciri atau karakteristiknya. Para ahli berbeda dalam setiap pengelompokannya,
diantaranya:
Kerucut
Pengalaman Menurut Edgar Dale (via Hujair, 2011:43) Edgare Dale, menggambarkan
tingkat pengalaman dan alat-alat yang diperlukan untuk memperoleh pengalaman.
Menurut Edgare Dale, pengalaman berlangsung dari tingkat yang konkret naik
menuju ke tingkat yang lebih abstrak. Pada tingkat yang konkret, seseorang
dapat belajar dari kenyataan atau pengalaman langsung yang bertujuan dalam
kehidupan kita. Kemudian meningkat ke tingkat yang lebih atas menuju ke puncak
kerucut, dalam tingkat yang abstrak bentuk symbol-simbol. Pembagian tingkatan-tingkatan
itu semata-mata untuk membantu melihat pengalaman belajar. Edgar Dale
berkeyakinan bahwa simbol dan gagasan yang abstrak dapat lebih mudah dipahami
dan diserap manakala diberikan dalam bentuk pengalaman konkrit. Kerucut
pengalaman merupakan awal untuk memberikan alasan tentang kaitan teori belajar
dengan komunikasi audiovisual.
a. Pengalaman langsung dan bertujuan (Direct Purposeful Experiences)
Dasar dari
pengalaman kerucut Dale ini adalah merupakan penggambaran realitas secara
langsung sebagai pengalaman yang kita temui pertama kalinya. Ibarat ini seperti
fondasi dari kerucut pengalaman ini, dimana dalam hal ini masih sangat konkrit.
Dalam tahap ini pembelajaran dilakukan dengan cara memegang, merasakan atau
mencium secara langsung materi pelajaran. Maksudnya seperti anak Taman
Kanak-Kanak yang masih kecil dalam melakukan praktik menyiram bunga. Disini
anak belajar dengan memegang secara langsung itu seperti apa, kemudian
menyiramkannya kepada bunga.
b. Pengalaman Tiruan (Contrived Experiences)
Tingkat
kedua dari kerucut ini sudah mulai mengurangi tingkat ke-konkritannya. Dalam
tahap ini si pelajar tidak hanya belajar dengan memegang, mencium atau
merasakan tetapi sudah mulai aktif dalam berfikir. Contohnya seperti seorang
pelajar yang diinstruksikan membuat bangunan atau gedung. Disini pelajar tidak
membuat gedung sebenarnya melainkan gedung dalam artian suatu model atau
miniatur dari gedung yang sebenarnya.
c. Dramatisasi (Dramatized Experiences)
Dengan drama, pelajar dapat menjadi
merasakan langsung materi yang dipelajari. Jika kita bisa membagi dua bagian
ini, maka bagian akan terbagi menjadi partisipasi dan observasi. Partisipasi
merupakan bentuk aktif secara langsung dalam suatu drama, sedangkan observasi
merupakan pengamatan, seperti menonton atau mengamati drama tersebut.
d. Demonstrasi (Demonstrations)
Demonstrasi
disini merupakan gambaran dari suatu penjelasan yang merupakan sebuah fakta
atau proses. Seorang demonstrator menunjukkan bagaimana sesuatu itu bisa
terjadi. Misalnya seorang guru Biologi yang mendemonstrasikan bagaimana melihat
objek yang berukuran kecil dengan menggunakan mikroskop. Dalam proses
pembelajaran, demonstrasi juga memerlukan alat-alat, bahasa yang sederhana,
persiapan yang baik, waktu yang cukup, tempat yang memadai, dan minat dari
pemirsa.
e. Karya Wisata (Field Trip)
Karya wisata, pengalaman semacam ini
diperoleh dengan mengajak kelas ke objek di luar kelas dengan maksud memperkaya
dan memperluas pengalaman pembelajar. Kegiatan yang dilakukan pembelajar dalam
karyawisata adalah :
(a) pembelajar aktif melakukan
observasi,
(b)tanya jawab,
(c) mencatat, dan
(d) membuat laporan.
f. Pameran
Pameran, yang bertujuan untuk
mempertunjukkan hasil pekerjaan pembelajar, perkembangan dan kemajuan sekolah
kepada warga sekolah dan masyarakat pada umumnya. Televisi
g. Televisi
Televisi yaitu suatu media untuk
menyampaikan pesan pendidikan dan pengajaran kepada anak-anak dan masyarakat.
Program televisi pendidikan dinilai selain maenarik minat yang lebih besar dan
juga memberikan informasi yang autentik.
h. Gambar hidup (film)
Gambar hidup (film), yaitu rangkaian
gambar yang dapat diproyeksikan ke layar dengan kecepatan tertentu. Rangkaian
suatu gambar dan suara yang menampilkan cerita dan gambar yang mudah dipahami.
i.
Radio
Radio, yaitu dengan siaran radio
dapat disampaikan pengajaran secara efektif, dan akan menambah pengalaman,
pengetahuan dan menimbulkan motivasi belajar. Programnya berupa cerita,
ceramah, wawancara, sandiwara, dan sebagainya.
j.
Gambar
Gambar, yaitu segala sesuatu yang
diwujudkan secara visual dalam bentuk dua dimensi dan sebagai curahan perasaan
dan pikiran. Lukisan, dapat berbentuk ilustrasi, karikatur, kartun, poster,
gambar seri, poster, slide, dan filmstip.
k. Simbol Visual
Simbol visual, yaitu gambar yang
secara keseluruhan dari sesuatu yang dijelaskan ke dalam suatu bentuk yang
dapat divisualisasikan, misalnya sketsa, bagan, grafik, pster gambar, komik,
kartun gambar, diagram dan peta gambar.
l.
Lambang Kata
Lambang kata, yaitu lambang kata
dapat dijumpai dalam buku dan bahan-bahan bacaan lainnya, seperti buku,
majalah, koran, dan lain-lain.
Menurut Wilbur Schramm
Media
digolongkan menjadi media rumit, mahal, dan media sederhana. Schramm juga
mengelompokkan media menurut kemampuan daya liputan, yaitu:
a. Liputan luas dan serentak, misalnya
televisi, radio, dan facsimile.
b. Liputan terbatas ruangan, misalnya
film, video, slide, poster audio tape.
c. Media untuk belajar individual,
misalnya buku, modul, program belajar dengan komputer dan telepon.
Menurut Gagne
Media
diklasifikasikan menjadi tujuh kelompok yaitu benda untuk didemonstrasikan,
komunikasi lisan, media cetak, gambar diam, gambar bergerak, film bersuara, dan
mesin belajar. Ketujuh kelompok media pembelajaran tersebut dikaitkan dengan
kemampuannya memenuhi fungsi menurut hierarki belajar yang dikembangkan, yaitu
pelontar stimulus belajar, penarik minat belajar, contoh perilaku belajar,
memberi kondisi eksternal, menuntun cara berpikir, memasukkan alih ilmu,
menilai presentasi, dan pemberi umpan balik.
Menurut Allen
Terdapat
Sembilan kelompok media, yaitu visual diam, film, televisi, obyek tiga dimensi,
rekaman, pelajaran berprogram, demonstrasi, buku teks cetak, dan sajian lisan.
Disamping mengklasifikasikan, Allen juga mengaitkan antara jenis media
pembelajaran dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Allen melihat bahwa,
media tertentu memiliki kelebihan untuk tujuan belajar tertentu tetapi lemah
untuk tujuan belajar yang lain. Allen mengungkapkan enam tujuan belajar, antara
lain: info faktual, pengenalan visual, prinsip dan konsep, prosedur,
keterampilan, dan sikap. Setiap jenis media tersebut memiliki perbedaan
kemampuan untuk mencapai tujuan belajar.
Menurut Gerlach dan Ely
Media
dikelompokkan berdasarkan ciri-ciri fisiknya atas kedelapan kelompok yaitu:
a. Benda Sebenarnya (Realita) Benda
sebenarnya (realita) yang termasuk kategori media ini adalah orang, kejadian,
obyek atau benda tertentu. Semua benda yang terdapat di alam dan dapat
disaksikan keadaan sebenarnya, diklasifikasikan ke dalam kelompok ini.
b. Presentasi Verbal Presentasi verbal
yang termasuk kategori media ini antara lain adalah media cetak, kata-kata yang
diproyeksikan melalui film bingkai (slides), transparansi, cetakan di papan
tulis, majalah, dan papan tempel. Media ini ditampilkan dalam bentuk ungkapan
kata atau kalimat yang memiliki makna sebagai media.
c. Presentasi Grafis Presentasi grafis
segaja dibuat dalam rangka untuk mengkomunikasikan ide, sikap, dan
keterampilan. Media ini ditampilkan dalam bentuk lukisan, gambar, tabel, atau
sejenisnya untuk menyampaikan pesan sehingga mudah diterima.
d. Potret Diam Potret diam yaitu potret
dari berbagai macam obyek atau peristiwa yang mungkin dipresentasikan melalui
buku, film rangkai, film bingkai, majalah/surat kabar. Obyek atau peristiwa ini
diambil dari suatu tempat yang kemudia disajikan dalam bentuk gambar diam.
Penerima pesan hanya memperoleh gambaran atau kesan terhadap suatu obyek atau
peristiwa.
e. Film Film (gambar gerak) yaitu film
atau video dari pemotretan/perekaman benda atau kejadian sebenarnya, maupun
film dari pemotretan gambar (animasi).
f. Rekaman Suara Rekaman suara
merupakan hasil rekaman suara saja, baik menggunakan bahasa verbal maupun efek
suara musik.
g. Program Pada umumnya dikenal dengan
istilah pengajaran berprogram yaitu sekuen dari informasi, baik verbal, visual,
atau audio yang dengan sengaja dirancang untuk merangsang adanya respons dari
pebelajar. Disamping itu, terdapat pula yang dipersiapkan dan diprogramkan
melalui mesin komputer.
h. Simulasi Simulasi merupakan peniruan
situasi yang dengan sengaja diadakan untuk mendekati/menyerupai kejadian atau
keadaan sebenarnya. Beberapa contoh yang terkait, misalnya simulasi bagi calon
pengendara mobil, dimana situasi pada layar dibuat sedemikian rupa sehingga
menyerupai kondisi nyata di lapangan.
Menurut Ibrahim
Media
dikelompokkan berdasarkan ukuran serta kompleks tidaknya alat dan
perlengkapannya atas lima kelompok, yaitu media tanpa proyeksi dua dimensi,
media tanpa proyeksi tiga dimensi, media audio, media proyeksi televisi, video
dan komputer.
Menurut Bretz dan Briggs
Mengemukakan
bahwa klasifikasi media digolongkan menjadi 4 kelompok yaitu media audio, media
visual, media audo visual, dan media serbaneka.
a. Media Audio
Media audio berfungsi untuk menyalurkan pesan audio
dari sumber pesan ke penerima pesan. Media audio berkaitan erat dengan indra
pendengaran. Contoh media yang dapat dikelompokkan dalam media audio diantaranya:
radio, tape recorder, telepon, laboratorium bahasa, dan lain-lain.
b. Media Visual
Media visual yaitu media yang mengandalkan indra
penglihat. Media visual dibedakan menjadi dua yaitu
(1) media visual diam
(2) media visual gerak
a) Media visual diam contohnya foto,
ilustrasi, flashcard,gambar pilihan dan potongan gambar, film bingkai, film
rangkai,OHP, grafik, bagan, diagram, poster, peta, dan lain-lain.
b) Media visual gerak contohnya
gambar-gambar proyeksi bergerak seperti film bisu dan sebagainya.
c. Media audio visual
Media audio visual merupakan media yang mampu
menampilkan suara dan gambar. Ditinjau dari karakteristiknya media audio visual
dibedakan menjadi 2 yaitu
(1) madia audio visual diam, dan
(2) media audio visual gerak.
a) Media audio visual diam diantaranya
film rangkai bersuara, halaman bersuara, buku bersuara.
b) Media audio visual gerak diantaranya
TV, gambar bersuara, dan lain-lain.
d. Media Serbaneka
Media serbaneka merupakan suatu media yang disesuaikan
dengan potensi di suatu daerah, di sekitar sekolah atau di lokasi lain atau di
masyarakat yang dapat dimanfaatkan sebagai media pengajaran. Contoh media
serbaneka diantaranya: Papan tulis, media tiga dimensi, realita, dan sumber
belajar pada masyarakat.
a) Papan (board) yang termasuk dalam
media ini diantaranya: papan tulis, papan buletin, papan flanel, papan
magnetik, papan listrik, dan papan paku.
b) Media tiga dimensi diantaranya:
model, mock up, dan diorama.
c) Realita adalah benda-benda nyata
seperti apa adanya atau aslinya. Contoh pemanfaatan realia misalnya guru
membawa kelinci, burung, ikan atau dengan mengajak siswanya langsung ke kebun
sekolah atau ke peternakan sekolah.
d) Sumber belajar pada masyarakat
diantaranya dengan karya wisata dan berkemah.
B.
Karakteristik Media Pembelajaran
Berdasarkan Klasifikasinya
Dengan
menganalisis media melalui bentuk penyajian dan cara penyajiannya, kita
mendapatkan suatu format klasifikasi yang meliputi enam kelompok media penyaji,
yaitu:
1.
Media Grafis
Pada prinsipnya semua jenis media
dalam kelompok ini merupakan penyampaian pesan lewat simbol-simbol visual dan
melibatkan rangsangan indera penglihatan. Karakteristik yang dimiliki adalah:
bersifat kongkret, dapat mengatasi batasan ruang dan waktu, dapat memperjelas
suatu masalah dalam bidang masalah apa saja dan pada tingkat usia berapa saja,
murah harganya dan mudah mendapatkan serta menggunakannya, terkadang memiliki
ciri abstrak (pada jenis media diagram), merupakan ringkasan visual suatu
proses, grafis biasanya digunakan untuk menarik perhatian, memperjelas sajian
ide, dan mengilustrasikan fakta-fakta sehingga menarik dan diingat orang.
Yang termasuk media grafis antara
lain:
a. Grafik
Grafik adalah gambar sederhana yang
menggunakan titik-titik, garis atau gambar. Untuk melengkapinya sering sekali
simbol-simbol verbal digunakan pula di situ. Fungsi grafik adalah untuk
menggambarkan data kuantitatif secara teliti, menerangkan perkembangan atau
perbandingan sesuatu objek atau peristiwa yang saling berhubungan secara
singkat dan jelas. Ada beberapa macam grafik yang kita gunakan di antaranya
adalah grafik garis (line graphs), grafik batang (pargraphs), grafik lingkaran
(circle atau pie graphs) dan grafik gambar (pictorial graphs).
b. Diagram
Suatu gambar sederhana yang
menggunakan garis-garis dan simbol-simbol, yang menggambarkan struktur dari
objek secara garis besar. Diagram menunjukkan hubungan yang ada antar
komponennya atau sifat-sifat proses yang ada disitu. Diagram pada umumnya
berisi petunjuk-petunjuk. Diagram menyederhanakan hal yang kompleks sehingga
dapat memperjelas penyajian pesan.
c. Bagan
Seperti halnya media grafis yang
lain, bagan atau chart termasuk media visual. Fungsinya yang pokok adalah
menyajikan ide-ide atau konsep-konsep yang sulit bila hanya disampaikan secara
tertulis atau lisan secara visual. Bagan juga mampu memberikan ringkasan
butir-butir penting dari suatu presentasi.
Pesan yang akan disampaikan biasanya
berupa ringkasan visual suatu proses, perkembangan atau hubungan-hubungan
penting.
Didalam bagan sering kali kita jumpai
jenis media grafis yang lain, seperti gambar, diagram, kartun atau
lambang-lambang verbal.
Sebagai media yang baik, bagan
haruslah:
1. Dapat dimengerti anak
2. Sederhana dan lugas, tidak rumit
atau berbelit-belit
3. Diganti pada waktu-waktu tertentu
agar selain tetap termasa (up to date)
juga tidak kehilangan daya tarik.
d. Sketsa
Sketsa adalah gambar yang sederhana,
atau draft kasar yang melukiskan bagian-bagian pokoknya tanpa detail. Karena
setiap orang yang normal dapat belajar menggambar, setiap guru yang baik
haruslah dapat menuangkan ide-idenya kedalam bentuk sketsa. Sketsa, selain
dapat menarik perhatian murid, menghindari verbalisme dan dapat memperjelas
penyampaian pesan, harganya pun tidak perlu dipersoalkan sebab media ini dibuat
langsung oleh guru.
Seorang guru bisa saja menerangkan
proses perkembangbiakkan kupu-kupu secara lisan/verbal. Jika ingin lebih jelas
tentu saja sebaiknya menunjukkan benda-benda sebenarnya seperti kupu-kupu,
telur, ulat, kepompong, serta proses itu sendiri. Jika itu tidak mungkin, guru
bisa menunjukkan gambar/fotonya. Tetapi itu memerlukan waktu dan biaya.
Sketsa dapat dibuat secara cepat
sementara guru menerangkan dapat pula dipakai untuk tujuan tersebut.
e. Poster
Poster adalah gambar pada selembar
kertas yang berukuran besar, merupakan alat untuk menyampaikan berbagai pesan.
Poster tidak saja penting untuk
menyampaikan kesan-kesan tertentu tetapi dia mampu pula untuk mempengaruhi dan
memotivasi tingkah laku orang yang melihatnya.
f. Papan Flanel
Papan flannel adalah media grafis
yang efektif sekali untuk menyajikan pesan-pesan tertentu kepada sasaran
tertentu pula. Papan berlapis kain flanel ini dapat dilipat sehingga praktis.
Gambar-gambar yang akan disajikan dapat dipasang dan dicopot dengan mudah
sehingga dapat dipakai berkali-kali. Selain gambar, di kelas-kelas permulaan
sekolah dasar atau taman kanak-kanak, papan flanel ini dipakai pula untuk
menempelkan huruf dan angka-angka
g. Papan Buletin (Bulletin Board)
Berbeda
dengan papan flanel, papan buletin ini tidak dilapisi kain flanel tetapi
langsung ditempel gambar-gambar atau tulisan-tulisan. Fungsinya selain
menerangkan sesuatu, papan buletin dimaksudkan untuk memberitahukan kejadian
dalam waktu tertentu.
Berbagai
jenis media grafis yang diuraikan di depan (gambar, poster, sketsa, diagram,
chart) dapat dipakai sebagai bahan pembuatan papan buletin. Selain itu, papan
bulletin dapat dibuat dari pesan-pesan verbal tertulis seperti
karangan-karangan (anak-anak) berita, feature, dan sebagainya.
Kelebihan Media Grafis
1) Dapat mempermudah dan mempercepat
pemahaman siswa terhadap pesan yang disajikan.
2) Dapat dilengkapi dengan warna-warna
sehingga lebih menarik perhatian siswa.
3) Pembuatannya mudah dan harganya
murah.
Kelemahan Media Grafis
1) Membutuhkan keterampilan khusus
dalam pembuatannya, terutama untuk grafis yang lebih kompleks.
2) Penyajian pesan hanya berupa unsur
visual.
2.
Media Bahan Cetak
Media bahan cetak adalah media
visual yang pembuatannya melalui proses pencetakan/printing atau offset. Media
bahan cetak ini menyajikan pesannya melalui huruf dan gambar-gambar yang
diilustrasikan untuk lebih memperjelas pesan atau informasi yang disajikan.
Jenis media bahan cetak ini diantaranya adalah: buku teks, modul, bahan
pengajaran terprogram.
Kelebihan Media Bahan Cetak
1) Dapat menyajikan pesan atau
informasi dalam jumlah yang banyak.
2) Pesan atau informasi dapat
dipelajari oleh siswa sesuai dengan kebutuhan, minat, dan kecepatan
masing-masing.
3) Dapat dipelajari kapan dan dimana
saja karena mudah dibawa.
4) Akan lebih menarik apabila
dilengkapi dengan gambar dan warna.
5) Perbaikan/revisi mudah dilakukan.
Kelemahan Media Bahan Cetak
1) Proses pembuatannya membutuhkan
waktu yang cukup lama.
2) Bahan cetak yang tebal mungkin dapat
membosankan dan mematikan minat siswa untuk membacanya.
3) Apabila jilid dan kertasnya jelek,
bahan cetak akan mudah rusak dan sobek.
3.
Media Proyeksi Diam
Beberapa jenis media yang termasuk
kelompok ini memerlukan alat bantu (misal proyektor) dalam penyajiannya.
Karakteristik umum media ini adalah pesan yang sama dapat disebarkan ke seluruh
siswa secara serentak, penyajiannya berada dalam kontrol guru, cara
penyimpanannya mudah (praktis), dapat mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan
indera, menyajikan obyek-obyek secara diam (pada media dengan penampilan visual
saja), terkadang dalam penyajiannya memerlukan ruangan gelap, lebih mahal dari
kelompok media grafis, sesuai untuk mengajarkan keterampilan tertentu, sesuai
untuk belajar secara berkelompok atau individual, praktis dipergunakan untuk
semua ukuran ruangan kelas, mampu menyajikan teori dan praktek secara terpadu,
menggunakan teknik-teknik warna, animasi, gerak lambat untuk menampilkan
obyek/kejadian tertentu (terutama pada jenis media film), dan media film lebih
realistik, dapat diulang-ulang, dihentikan, dan lain sebagainya sesuai dengan
kebutuhan. Yang termasuk ke dalam jemis media proyeksi daim adalah sebagai
berikut:
a. Media OHP Dan OHT
OHT (Overhead Transparency) adalah
media visual yang diproyeksikan melalui alat proyeksi yang disebut OHP
(Overhead Projector). OHT terbuat dari bahan transparan yang biasanya berukuran
8,5 X 11 inci. Ada 3 jenis bahan yang dapat digunakan sebagai OHT, yaitu :
1) Write on film (plastik
transparansi), yaitu jenis transparansi yang dapat ditulisi atau digambari
secara langsung dengan menggunakan spidol.
2) PPC transparency film (PPC= Plain Paper Copier), yaitu jenis transparansi yang dapat
diberi tulisan atau gambar dengan menggunakan mesin photocopy.
3) Infrared transparency film, yaitu jenis transparansi yang dapat diberi tulisan
atau gambar dengan menggunakan mesin thermofax. OHP (Overhead Projector) adalah media yang digunakan untuk
memproyeksikan program-program transparansi pada sebuah layar.
Kelebihan Media OHT/OHP
1) Dapat digunakan untuk menyajikan
pesan di semua ukuran ruangan kelas.
2) Menarik, karena memungkinkan
penyajian yang variatif dan disertai dengan warna-warna yang menarik.
3) Tatap muka dengan siswa selalu
terjaga dan memungkinkan siswa untuk mencatat hal-hal yang penting.
4) Tidak memerlukan operator secara
khusus dan tidak pula memerlukan penggelapan ruangan.
5) Dapat menyajikan pesan yang banyak
dalam waktu yang relatif singkat.
6) Program OHT dapat digunakan
berulang-ulang.
Kelemahan Media OHT/OHP
1) Memerlukan perencanaan yang matang
dalam pembuatan dan penyajiannya.
2) OHT dan OHP merupakan hal yang tak
dapat dipisahkan, karena sebuah gambar dalam kertas biasa tidak bisa
diproyeksikan melalui OHP.
3) Urutan OHT mudah kacau, karena
merupakan urutan yang lepas.
b. Film
Film disebut
juga gambar hidup (motion pictures), yaitu serangkaian gambar diam (still
pictures) yang meluncur secara cepat dan diproyeksikan sehingga menimbulkan
kesan hidup dan bergerak. Film merupakan media yang sangat besar kemampuannya
dalam membantu proses belajar mengajar. Sebagai suatu media, film memiliki
keunggulan-keunggulan antara lain:
1) Film merupakan suatu denominator
belajar yang umum. Baik anak yang cerdas maupun yang lamban akan memperoleh
sesuatu dari film yang sama. Keterampilan membaca atau penguasaan bahasa yang
kurang, bisa diatasi dengan menggunakan film.
2) Film sangat bagus untuk menerangkan
suatu proses. Gerakan-gerakan lambat dan pengulangan-pengulangan akan
memperjelas uraian dan ilustrasi.
3) Film dapat menampilkan kembali masa
lalu dan menyajikan kembali kejadian-kejadian sejarah yang lampau.
4) Film dapat menyajikan baik teori
maupun praktik dari yang bersifat umum ke khusus atau sebaliknya.
5) Film dapat mendatangkan seorang ahli
dan mendengarkan suaranya di kelas.
6) Film memikat perhatian anak.
7) Film lebih realistis, dapat
diulang-ulang, dihentikan dan sebagainya, sesuai dengan kebutuhan. Hal-hal yang
abstrak menjadi jelas.
8) Film bisa mengatasi daya
keterbatasan daya indera kita (pengelihatan).
9) Film dapat merangasang atau memotivasi
kegiatan anak-anak.
Kelemahan Media Film
1) Harga produksinya cukup mahal.
2) Pembuatannya memerlukan banyak waktu
dan tenaga.
3) Memerlukan operator khusus untuk
mengoperasikannya.
4) Memerlukan penggelapan ruangan.
4.
Media Audio
Hakekat dari jenis-jenis media dalam
kelompok ini adalah berupa pesan yang disampaikan atau dituangkan ke dalam
simbol-simbol auditif (verbal atau non-verbal), yang melibatkan rangsangan
indera pendengaran. Secara umum media audio memiliki karakteristik atau ciri
sebagai berikut: mampu mengatasi keterbatasan ruang dan waktu (mudah
dipindahkan dan jangkauannya luas), pesan/program dapat direkam dan diputar
kembali sesukanya, dapat mengembangkan daya imajinasi dan merangsang
partisipasi aktif pendengarnya, dapat mengatasi masalah kekurangan guru, sifat
komunikasinya hanya satu arah, sangat sesuai untuk pengajaran musik dan bahasa,
dan pesan/informasi atau program terikat dengan jadwal siaran (pada jenis media
radio).
a.
Media Radio
Radio adalah media audio ruang
penyampaian pesannya dilakukan melalui pancaran gelombang elektromagnetik dari
suatu pemancar.
Kelebihan Media Radio
1) Memiliki variasi program yang cukup
banyak.
2) Sifatnya mobile, karena mudah
dipindah-pindah tempat dan gelombangnya.
3) Baik untuk mengembangkan imajinasi
siswa.
4) Dapat lebih memusatkan perhatian
siswa terhadap kata, kalimat atau musik, sehingga sangat cocok digunakan untuk
pengajaran bahasa.
5) Jangkauannya sangat luas, sehingga
dapat didengar oleh massa yang banyak.
6) Harganya relatif murah.
Kelemahan Media Radio
1) Sifat komunikasinya hanya satu arah
(one way communication).
2) Jika siarannya monoton akan lebih
cepat membosankan siswa untuk mendengarkannya.
3) Program siarannya selintas, sehingga
tidak bisa diulang-ulang dan disesuaikan dengan kemampuan belajar siswa secara
individual.
b.
Media Alat
Perekam Pita Magnetik
Alat perekam pita magnetik atau tape
recorder adalah media yang menyajikan pesannya melalui proses perekaman kaset
audio. Alat perekam pita magnetik (magnetic tape recording) atau disebut tape
recorder merupakan salah satu media pendidikan yang tidak dapat diabaikan untuk
menyampaikan informasi, karena mudah menggunakannya. Ada dua macam rekaman
dalam alat perekam pita magnetik yaitu sistem full track recording dan double
track recording.
Kelebihan Media Alat Perekam Pita Magnetik
1) Pita rekaman dapat diputar
berulang-ulang sesuai dengan kebutuhan siswa.
2) Rekaman dapat dihapus dan digunakan
kembali.
3) Mengembangkan daya imajinasi siswa.
4) Sangat efektif untuk pembelajaran
bahasa.
5) Penggandaan programnya sangat mudah.
Kelemahan Media Alat Perekam Pita
Magnetik
1) Daya jangkauannya terbatas.
2) Biaya penggandaan alatnya relatif
lebih mahal dibanding radio.
c. Laboraturium Bahasa
Laboraturium bahasa adalah alat
untuk melatih siswa mendengar dan berbicara dalam bahasa asing dengan cara
menyajikan materi pelajaran yang disiapkan sebelumnya. Media yang dipakai
adalah alat perekam.
Dalam laboraturium bahasa, murid
duduk sendiri-sendiri di dalam sebuah kotak bilik akustik dan kotak suara. Siswa
mendengar suara guru yang duduk di ruang kontrol lewat headphone. Pada saat dia
menirukan ucapan guru dia juga mendengar suaranya sendiri lewat headphonenya,
sehingga dia bisa membandingkan ucapannya dengan guru. Dengan demikian dia bisa
segera memperbaiki kesalahan-kesalahan yang dibuatnya.
5.
Media Audio Visual
Media audio visual adalah media
modern yang sesuai dengan perkembangan zaman (kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi), meliputi media yang dapat dilihat dan dapat di dengar. Media audio
visual adalah media yang mempunyai unsur suara dan gambar. Berikut jenis-jenis
media audio visual:
a
Media audio
visual diam adalah media yang penyampaian pesannya dapat diterima oleh indera
pendengaran dan indera pengelihatan, akan tetapi gambar yang dihasilkannya
adalah gambar diam atau sedikit memiliki unsur gerak. Seperti media slide suara
(audio slide), film bingkai suara (sound slide), film rangkai suara, dan cetak
suara. Kelebihan dan kelemahan media ini tidak jauh berbeda dengan media
proyeksi diam. Perbedaannya adalah adanya aspek suara pada media audio visual
diam.
b
Audio visual
gerak, yaitu media yang dapat menampilkan unsur-unsur dan gambar yang bergerak.
1) Televisi
Televisi
adalah media yang menyampaikan pesan-pesan pembelajaran secara audio-visual
dengan disertai unsure gerak. Dilihat dari sudut jumlah penerima pesannya,
televisi tergolong ke dalam media massa. Sebagai media pendidikan, televisi
mempunyai kelebihan-kelebihan sebagai berikut:
a) TV dapat menerima, menggunakan dan
mengubah atau membatasi semua bentuk media yang lain, menyesuaikannya dengan
tujuan-tujuan yang akan dicapai.
b) TV merupakan medium yang menarik,
modern dan selalu siap diterima oleh anak-anak karena mereka mengenalnya
sebagai bagian dari kehidupan luar sekolah mereka.
c) TV mempunyai realitas dari film,
tapi juga mempunyai kelebihan yang lain yaitu immediacy (Objek yang baru saja
ditangkap kamera dapat dipertontonkan).
d) Hampir setiap mata pelajaran bisa
di-TV-kan.
e) TV dapat meningkatkan pengetahuan
dan kemampuan guru dalam hal mengajar.
Beberapa kelemahan/keterbatasan
televisi:
a) Sifat komunikasinya hanya satu arah.
b) Jika akan dimanfaatkan di kelas,
jadwal siaran dan jadwal pelajaran di sekolah sering kali sulit disesuaikan.
c) Program di luar kontrol guru dan
d) Besarnya gambar di layar relatif
kecil dibanding dengan film, sehingga jumlah siswa yang dapat memanfaatkannya
terbatas.
2) Video
Video, sebagai media audio-visual
yang menampilkan gerak, semakin lama semakin populer dalam masyarakat kita.
Pesan yang disajikan bisa bersifat fakta (kejadian/peristiwa penting, berita)
maupun fiktif (misalnya cerita), bisa bersifat informative edukatif maupun
instruksional. Sebagian besar tugas film dapat digantikan oleh video. Tapi
tidak berarti bahwa video akan menggantikan kedudukan film. Masing-masing
mempunyai kelebihan dan keterbatasan. Kelebihan video antara lain :
a) Dapat menarik perhatian untuk
periode-periode yang singkat dari rangsangan luar lainnya.
b) Dengan alat perekam pita pita video
sejumlah besar penonton dapat memperoleh informasi dari ahli-ahli/spesialis.
c) Menghemat waktu dan rekaman dapat
diputar berulang-ulang.
d) Ruangan tidak perlu digelapkan waktu
menyajikannya.
Kekurangan video antara lain:
a) Perhatian penonton sulit dikuasai,
partisipasi mereka jarang dipraktikkan.
b) Sifat komunikasinya bersifat satu
arah dan harus diimbangi dengan pencarian bentuk umpan balik yang lain.
c) Kurang mampu menampilkan detail dari
objek yang disajikan secara sempurna.
d) Memerlukan peralatan yang mahal dan
kompleks.
6.
Multimedia
Multimedia merupakan suatu sistem
penyempaian dengan menggunakan berbagai jenis bahan belajar yang membentuk
suatu unit atau paket. Contohnya suatu modul belajar yang terdiri atas bahan
cetak, bahan audio, dan bahan audio visual. Kelebihan Multi Media :
1) Siswa memiliki pengalaman yang
beragam dari segala media.
2) Dapat menghilngkan kebosanan siswa
karena media yang digunakan lebih bervariasi.
3) Sangat baik untuk kegiatan belajar
mandiri.
Kelemahan Multi Media
1) Biayanya cukup mahal.
2) Memerlukan perencanaan yang matang
dan tenaga yang profesional.
Daftar pustaka
Musfiqon.2012.
Media Pembelajaran. Jakarta: Prestasi
Pustaka.
http://saderi-cilayang.blogspot.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar